Wacana Pemilu 2024 Proposional Tertutup, Andi Rio Sentil Ketua KPU

Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi (Ist)

INITIMES.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi mengharapkan sistem pemilu pada tahun 2024 tidak menggunakan proposional tertutup dan tetap menggunakan sistem proposional terbuka sebagai bentuk dari kemajuan demokrasi dan mendengar suara rakyat.

” Jika diberlakukan proposional tertutup maka demokrasi kita mengalami kemunduran dan tidak mewakili apa yang menjadi suara rakyat untuk mengusung keterwakilannya di daerah pemilihan,” kata Andi Rio, Senin (2/1/2023).

Politikus Golkar itu menjelaskan bahwa sistem proposional terbuka sangat banyak memiliki kelebihan terhadap calon anggota legislatif untuk bisa saling bertatap muka dan melakukan interaksi kepada masyarakat dalam mendengar keluh kesah kehidupan keseharian, Sehingga keberadaan partai politik dan anggota dewan terpilih dapat diketahui dan dikontrol oleh publik.

Baca Juga  Pidato Megawati Pilpres 2024, Pengamat Sebut PDIP Akan Mengusung Puan

“Ini akan menjadi motivasi untuk partai dan dewan terpilih dalam bekerja. jika proposional tertutup diberlakukan, maka belum tentu rakyat di daerah pemilihannya mengetahui siapa anggota dewan yang terpilih untuk keterwakilannya di dapilnya, karena internal partai yang memiliki kuasa dalam menentukan,” tegasnya.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu menyesalkan Ketua KPU Hasyim Asy’ari yang melontarkan ucapan kemungkinan sistem pemilu 2024 kembali menggunakan sistem proposional tertutup pada acara akhir tahun KPU pada 29 Desember 2022.

Baca Juga  Bulan Depan, Demokrat Harap AHY Dideklarasikan Jadi Cawapres Anies

KPU seharusnya melakukan komunikasi terlebih dahulu kepada DPR bukan justru main bicara di publik tanpa pertimbangan dan rapat dengan DPR.

“KPU terkesan memiliki kewenangan penuh untuk menentukan pemilu dan tidak lagi mendengar DPR. Ini menjadi hal yang aneh dan merusak sistem ketatanegaraan,” ujarnya.